Selain menggunakan platform pembuatan website seperti Blogspot, Weebly, dan Wix, WordPress juga menjadi salah satu platform blogging siap pakai yang sangat populer. WordPress hadir dengan beragam fitur yang lengkap, kompleks, dan fungsional, sehingga tidak hanya diminati oleh pemula, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan besar untuk membangun website mereka.
WordPress menawarkan kemudahan dalam pembuatan website maupun blog, baik bagi pengguna pemula maupun profesional yang sudah memahami bahasa pemrograman. Bagi pemula, penggunaan WordPress terasa menyenangkan karena platform ini berbasis CMS (Content Management System) yang dirancang ramah pengguna dan mudah dipahami.
Untuk memulai, pengguna hanya perlu mendaftarkan akun WordPress, memilih tema serta tata letak gratis atau berbayar sesuai kebutuhan, lalu mengisi konten. Dalam waktu singkat, website atau blog sudah dapat dipublikasikan secara online. Oleh sebab itu, mari simak panduan lengkap belajar WordPress untuk pemula berikut ini.
Mengenal WordPress
WordPress (WordPress.org) merupakan sistem manajemen konten (CMS) gratis dan bersifat open-source yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP serta didukung oleh database MySQL atau MariaDB. WordPress dilengkapi dengan sistem plugin dan template yang dikenal sebagai tema, sehingga memungkinkan pengguna melakukan berbagai kustomisasi.
Pada awalnya, WordPress dikembangkan sebagai platform blog. Namun seiring perkembangan, WordPress berevolusi menjadi CMS serbaguna yang mendukung berbagai jenis konten, seperti milis, forum, galeri media, situs keanggotaan, sistem pembelajaran daring (LMS), hingga toko online.
Saat ini, WordPress digunakan oleh lebih dari 60 juta website di seluruh dunia, termasuk sekitar 33,6% dari 10 juta website teratas per April 2019. Hal ini menjadikan WordPress sebagai salah satu CMS paling populer dan mudah digunakan. Bahkan, WordPress juga diterapkan pada bidang lain seperti sistem tampilan pervasive (PDS).
Jenis-Jenis WordPress
WordPress tersedia dalam dua versi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pengguna. Berikut penjelasan masing-masing jenis beserta kelebihan dan kekurangannya.
1. WordPress.com
WordPress.com merupakan versi gratis yang banyak digunakan oleh blogger atau pemilik website berskala kecil untuk keperluan pribadi. Pada versi ini, pengguna tidak perlu membeli domain maupun hosting karena semuanya telah disediakan secara gratis oleh WordPress. Pengguna cukup melakukan pendaftaran dan menentukan nama website.
Namun, versi gratis ini memiliki sejumlah keterbatasan. Pengguna harus mengikuti aturan dari WordPress.com dan tidak dapat menggunakan domain pribadi, karena alamat website akan menggunakan format namaanda.wordpress.com. Versi ini cocok bagi pemula yang baru belajar, tetapi kurang ideal bagi pengguna yang ingin mengembangkan website secara lebih luas dan profesional.
2. WordPress.org
WordPress.org merupakan versi WordPress dengan fitur paling lengkap dan memberikan kontrol penuh kepada penggunanya. Versi ini menyediakan berbagai dukungan seperti forum, tema, serta ribuan plugin yang sangat membantu dalam pengembangan website tanpa harus menguasai coding secara mendalam.
Pengguna WordPress.org dapat membeli domain sendiri melalui penyedia layanan domain mana pun dan memiliki kebebasan dalam menentukan kapasitas hosting sesuai kebutuhan. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan kustomisasi website secara menyeluruh agar tampil lebih unik, personal, dan berbeda dari desain standar.
Cara Daftar Akun WordPress untuk Pemula
Langkah awal yang perlu diketahui sebelum membuat blog atau website adalah cara mendaftar akun WordPress. Jika Anda ingin mencoba versi gratis WordPress.com, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
1. Buka situs WordPress.com melalui browser, lalu klik tombol Get Started atau Mulai Situs Web Anda.
2. Masukkan alamat email aktif, lalu lengkapi data seperti nama pengguna dan kata sandi. Pastikan data tersebut disimpan dengan baik untuk keperluan login.
3. Klik Buat Akun Anda.
4. Pilih salah satu dari empat opsi jenis website, yaitu Blog, Business, Professional, atau Online Store, sesuai kebutuhan.
5. Tentukan kategori website yang diinginkan, kemudian klik Continue.
6. Masukkan nama website atau blog pada kolom yang tersedia. Nama ini masih dapat diubah di kemudian hari, lalu klik Continue.
7. Tentukan alamat domain website. Pastikan domain yang dipilih belum digunakan dan dapat mencerminkan isi website atau blog Anda.
8. Pilih paket domain dan hosting. Untuk versi gratis, klik opsi Free.
9. Pada tahap pemilihan paket, klik Start with a Free Site di bagian atas halaman.
10. Setelah berhasil masuk, Anda akan diarahkan ke halaman dashboard WordPress.
11. Lakukan konfirmasi melalui email, lalu publikasikan website dengan memilih opsi Launch Your Site agar dapat diakses secara umum di internet.







